Di awal usaha, pencatatan sederhana di buku atau spreadsheet mungkin sudah cukup. Namun seiring bisnis tumbuh, cara lama sering kali tidak lagi memadai. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai.
1. Laporan keuangan selalu terlambat
Jika laporan bulan lalu baru selesai di pertengahan bulan berikutnya, keputusan bisnis diambil tanpa data yang terbaru.
2. Saldo kas dan bank sulit dicocokkan
Selisih yang berulang antara catatan dan rekening koran adalah tanda pencatatan belum tertib atau alurnya belum jelas.
3. Stok sering selisih
Perbedaan antara catatan persediaan dan jumlah fisik bisa berarti kebocoran, salah catat, atau prosedur yang tidak dijalankan.
4. Data tersebar di banyak file
Penjualan di satu file, pembelian di file lain, dan kas di buku terpisah membuat penyusunan laporan memakan waktu dan rawan salah.
5. Kewajiban pajak terasa membingungkan
Bila menjelang batas lapor SPT selalu terburu-buru, besar kemungkinan data keuangan belum siap dipakai untuk perhitungan pajak.
Langkah selanjutnya
Mulailah dengan memetakan alur transaksi yang ada, menetapkan prosedur yang jelas, lalu memilih software yang sesuai kebutuhan. Bila perlu, libatkan konsultan agar prosesnya lebih cepat dan terarah.
Ingin berdiskusi tentang kebutuhan bisnis Anda? Tim IVRC Consultant siap membantu. Konsultasi gratis via WhatsApp.

